Jakarta, Indonesia | Monday, 10-12-2018

NEWS UPDATE

Gelang Getar Bantu Penyandang Tuli Shalat Berjama`ah

AL | Kamis,20 Sept 2018 - 17:56:36 WIB

Gelang Getar Shalat (GGS) karya Mahasiswi Universitas Islam Sultan Agung (UNISULA) Semarang, Aisyah Ardan.foto.ist

Semarang, CityPost - Mahasiswi Universitas Islam Sultan Agung (UNISULA) Semarang bernama Aisyah Ardan dibantu teman-temannya berhasil menciptkan gelang getar shalat (GGS) yang dapat membantu penyandang tunarungu atau tuli untuk shalat berjamaah. 

Aisyah yang juga penyandang disabilitas ini menjelaskan, GGS berfungsi sebagai indikator gerak shalat berupa getaran. Efek getar pada gelang dipilihnya karena alat tersebut khusus diciptakan untuk membantu penyandang tunarungu saat melakukan ibadah shalat. Cara pemakaiannya, terdapat dua gelang untuk dipakai imam dan makmum. 

"Gelang yang dipakai imam akan mengirim kode setiap gerakan shalat kepada gelang makmum sehingga menghasilkan sebuah getaran. Kami menciptakan ini karena tidak banyak alat yang membantu teman-teman difabel, khususnya tunarungu dalam hal ibadah," katanya Aisyah saat bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Rabu (19/9/18).

Aisyah mengakui hasil inovasinya itu juga tidak terlepas dari curhatan kawan-kawan Aisyah sesama penyandang disabilitas. Untuk proses inovasi GGS, Aisyah bersama timnya menghabiskan biaya mencapai Rp 5 juta-Rp 6 juta. Namun, besarnya biaya tersebut akan terpotong jika mampu diproduksi massal hanya Rp 400 ribu dan kemungkinannya bentuknya akan diperkecil. 

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi kreativitas Aisyah. Ia meminta salah seorang rekan Aisyah untuk memasangkan GGS di lengannya dan mencoba mengoperasikannya.

"Gelang getar shalat ini luar biasa, tetapi akan jadi sepele bagi orang yang tidak mengerti. Idenya yang luar biasa," ujar Ganjar.


Bahkan, Ganjar membayangkan jika suatu saat GGS bisa mengalami transformasi bentuk, tidak hanya gelang. 

"Ini kan masih berupa gelang, siapa tahu besok bisa jadi cincin," katanya.

Menurut Ganjat, bukan tidak mungkin alat ini bisa ditransformasi ke aplikasi telepon seluler (ponsel). 

"Karena semua orang punya ponsel, siapa tahu alat ini bisa ditransformasi ke aplikasi. Jadi nanti kalian jualnya aplikasi yang fungsinya sama dengan gelang itu. Kalau bisa luar biasa," ujarnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar