Jakarta, Indonesia | Tuesday, 25-09-2018

NEWS UPDATE

Iran Sambangi Indonesia Minta Dukungan Hadapi AS

RWS | Kamis,12 Jul 2018 - 14:52:00 WIB

Momen pertemuan Wakil Presiden Iran Bidang Perempuan dan urusan Keluarga, Masoumeh Ebtekar bersama Wapres RI Jusuf Kalla dan Menlu Retno Marsudi di kantor Wapres Jakarta/foto ist tempo

CityPost – Wakil Presiden Iran Bidang Perempuan dan urusan Keluarga, Masoumeh Ebtekar saat ini dikabarkan tengah mengunjungi Indonesia dan disambut oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Pertemuan itu disebutkan terkait dengan posisi Iran menyangkut perkembangan kesepakatan nuklir dunia pasca pihak Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian tersebut.

Diketahui, sebelumnya Presiden AS Donald Trump telah menarik diri dari perjanjian program nuklir antara Iran dengan kekuatan dunia yang sudah disepakati pada 2015. Keluarnya AS dari perjanjian tengah memicu kekhawatiran meningkatnya resiko konflik di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, pihak AS selalu menekankan bakal menjatuhkan sanksi ekonomi untuk Iran terkait pembatasan kemampuan negara itu untuk menjual minyak atau bisnis diluar negeri.

Sementara itu, Ebtekar menyampaikan bahwa berbagai macam upaya yang berbeda harus dilakukan untuk mempertahankan non proliferation, dimana kesepakatan internasional didasarkan pada Dewan Keamanan dan Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Disampaikan Indonesia belum lama ini terpilih menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB.

“Bagaimana upaya-upaya yang berbeda harus dilakukan untuk mempertahankan non proliferation deal, dimana kesepakatan internasional didasarkan pada dewan kwamanan dan resolusi (PBB) untuk melindungi perdamaian dan keamanan dunia saat ini,” terang Ebtekar saat berada di kantor Wakil Presiden di Jakarta pada Rabu (11/7) kemarin.

Dari pihak Indonesia, melalui Menteri Luar Negerinya Retno Marsudi menyampaikan bahwa Indonesia selalu menghormati multilateralisme dan percaya kepada kekuatan negosiasi. Dalam konteks JCPOA, Indonesia menghormati hasil negosiasi dan menyesalkan penarikan diri AS dari kesepakatan nuklir tersebut.

Bahkan Retno berharap agar pihak-pihak lain yang ada di JCPOA agar terus melakukan kesepakatan yang sudah berjalan dengan baik selama ini.

“Kita tahu pada tanggal 6 Juli kemarin di Wina Austri, terdapat pertemuan pada tingkat menteri untuk joint commision of the JCPOA. Kalau kita baca isi dari hasil pertemuan pada tingkat menteri di JCPOA itu, maka memberikan harapan baru, memberikan platform baru untuk JCPOA ini akan dapat dilanjutkan,” tegas Retno.(RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar