Jakarta, Indonesia | Wednesday, 17-10-2018

NEWS UPDATE

ITB Buat Kubah Geodesi Untuk Korban Gempa Lombok

AL | Jumat,14 Sept 2018 - 18:05:32 WIB

Geodesic Dome atau kubah geodesi 3V yang dibuat tim ITB untuk korban gempa Lombok, NTB.foto.ist

Bandung, CityPost - Tim Satgas Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk gempa bumi Lombok, sudah membuat beberapa prototipe `shelter` dari bambu  dengan model `Geodesic Dome 3V`. Prottipi dibuat untik kebutuhan `shelter` keluarga maupun komunal untuk korban Gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam siaran pers yang diterima di Bandung, Kamis (13/9/18), Direktorat Humas dan Publikasi ITB menyebutkan lokasi pembuatan Geodesic Dome 3V itu berada di Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara dan proses pengerjaan dome tersebut sudah dimulai sejak 7 September dan rencananya akan diresmikan secara langsung oleh Rektor Universitas Mataram (Unram). Dalam proses pengerjaannya, tim yang terlibat berjumlah 10 orang yang terdiri dari enam mahasiswa ITB dan empat lainnya tukang

Selain shelter, ITB juga sedang membuat prototipe hunian sementara dari rangka bambu dan dinding bambu plester. Masih di lahan yang sama, ITB juga membangun Posko ITB-Unram sebagai pusat koordinasi kegiatan bantuan ITB-Unram untuk korban Gempa Lombok dengan model Geodesic Dome 3V (kubah geodesi 3V).

Pembuatan dome merupakan ide dari  Andry Widyowijatnoko, dari Kelompok Keahlian Teknologi Bangunan, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, ITB. Bentuk dome itu menyerupai kubah setengah lingkaran dengan bahan dasar semuanya dari bambu dan menggunakan sambungan khusus.

"Proses pengerjaan saat ini sudah selesai, khususnya pemasangan rangkanya. Akan dilanjutkan dengan pemasangan membran penutup luarnya," kata Andry.

Andry menjelaskan, desain berdasarkan `geodesic dome 3V` itu terbentuk oleh tiga jenis panjang bambu dan tiga jenis sambungan.

"Jadi semakin banyak bambu dan sambungan tersebut akan semakin mendekati bentuk bulat mulus," imbuhnya.

Andry menuturkan, bambu yang dibutuhkan untuk membangun dome tersebut berjumlah 165 buah yang berasal dari bahan lokal setempat, meski sambungan mangkuk baja dan alat sambung ke bambu tersebut dibuat dan dibawa dari Bandung. Ia mengatakan, alasan dipilihnya bambu karena bambu ada hampir di seluruh Indonesia, murah dan paling mudah dipakai untuk struktur temporer. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar