Jakarta, Indonesia | Monday, 10-12-2018

NEWS UPDATE

Mahasiswa UI Temukan Cara Deteksi Lokasi Berpotensi Minyak

FAN | Selasa,14 Agus 2018 - 17:30:43 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Depok, CityPost - Tiga mahasiswa Jurusan Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) yaitu Muhammad Iqbal Januadi Putra, Diki Nurul Huda, dan Fida Afdhalia menemukan cara mendeteksi lokasi yang berpotensi terdapat minyak dengan melakukan pengamatan fenomena rembesan mikro hidrokarbon, melalui citra satelit Landsat 8 dan Sentinel 2. Ketiga mahasiswa itu melakukan penelitian di bawah bimbingan dosen Geografi UI Dr. Supriatna, M. T.

Muhammad Iqbal sebagai Ketua Tim mengatakan, fenomena rembesan mikro hidrokarbon minyak dan gas merupakan fenomena umum terjadi pada wilayah dengan keberadaan reservoir minyak dan gas bumi onshore.

"Keberadaan rembesan ini biasanya ditandai oleh beberapa gejala anomali yang peka terhadap spektrum panjang gelombang tertentu sehingga dapat dideteksi oleh citra satelit," ujarnya di Depok, Senin (13/8/18).

Menurut Iqbal, metode baru dalam proses pendeteksian ini menjanjikan keuntungan lebih besar karena prosesnya cepat. Selain itu, metode ini dapat dilakukan pada berbagai skala, berisiko rendah, dan lebih murah jika dibandingkan dengan metode eksplorasi konvensional (dengan menggunakan metode seismik, evaluasi geologi subsurface, dan komputasi data geofisika) yang terbukti memakan biaya mahal dan berisiko cukup tinggi. Iqbal dan timnya mengaku terinspirasi mendeteksi reservoir minyak dan gas onshore dengan menggunakan citra Landsat 8 dan Sentinel 2 karena kedua citra satelit tersebut belum pernah dilakukan dan digunakan oleh siapa pun sebelumnya.

Dalam proses penelitian, Muhammad Iqbal dan tim memilih wilayah usaha Blok Migas Jambi Merang di Provinsi Sumatra Selatan sebagai tempat penelitiannya, untuk mendeteksi adanya reservoir minyak dan gas onshore. Hasil penelitian mereka menunjukkan adanya indikasi fenomena rembesan mikrohidrokarbon di wilayah Jambi Merang sebanyak 64,4 persen dari keseluruhan luas wilayah Jambi.

Penelitian ini diharapkan bisa menjadi solusi atas permasalahan menurunnya cadangan migas di Indonesia melalui sumbangsih dalam metode eksplorasi yang jauh lebih murah, cepat, dan berisiko rendah. (FAN/CityPost)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar