Jakarta, Indonesia | Wednesday, 17-10-2018

NEWS UPDATE

Masiswa Difabel UGM Kembangkan Sepatu Pencegah Kelumpuhan

AL | Jumat,07 Sept 2018 - 17:07:55 WIB

Mahasiswa difabel UGM Yogyakarta, Muhammad Fahmi Husaen (tengah) bersama dua rekannya sukses mengembangkan Achilles Physiotheraphy Orthosi (Aveo) sepatu pencegah kelumpuhan akibat kontraktur otot dan sendi engkel kaki.foto.ist

Yogyakarta, CityPost - Mahasiswa difabel Universitas Gadjah Mada (UGM) Muhammad Fahmi Husaen sukses mengembangkan Achilles Physiotheraphy Orthosi (Aveo) sepatu pencegah kelumpuhan akibat kontraktur otot dan sendi engkel kaki. Fahmi mengembangkan Aveo bersama dua rekannya, Widiyanto dari Program Studi Komputer dan Sistem Informasi, dan Danar Aulia Husnan dari Program Studi Metrologi dan Instrumentasi Sekolah Vokasi UGM.

"Kami berharap alat ini bisa disempurnakan dan diproduksi secara masal untuk fisioterapi mandiri," kata Fahmi saat konferensi pers di UGM Yogyakarta, Jum`at (7/9).

Berkat Aveo, Fahmi meraih 2 medali emas pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karsa Cipta pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2018 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kategori presentasi dan poster.

Fahmi menceritakan, pengembangan Aveo itu berangkat dari pengalaman pribadinya sebagai penderita Duchne Muscular Distropy (DMD). Penyakit itu menyebabkan Fahmi tidak bisa berjalan sejak kelas 4 SD karena terjadi kekakuan otot dan sendi kaki.

"Ide awal dari pengalaman pribadi. Saya tidak pernah fisioterapi sehingga lama-lama menjadi kaku seperti sekarang ini. Dengan alat ini orang bisa melakukan pencegahan secara mandiri," ujarnya sebagaimana dilaporkan Antara.

Menurut Fahmi, masyarakat banyak yang tidak melakukan fisioterapi saat terjadi gejala kelumpuhan karena ketidaktahuan atau terkendala biaya fisioterapi yang mahal.

"Karena biaya fisioterapi yang standar ya lumayan mahal, apalagi kalau tidak menggunakan BPJS," imbuhnya.

Fahmi mengatakan, Aveo mampu membantu masyarakat melakukan fisioterapi untuk mencegah kelumpuhan secara mandiri. Bahkan bisa digunakan oleh penderita stroke. Ia menjelaskan, Aveo menyesuaikan struktur telapak kaki manusia yang dilengkapi motor penggerak yang terhubung dengan telepon pintar melalui media bluethooth. 

"Saat melakukan fisioterapi, pengguna bisa mengontrol pergerakan telapak kaki ke atas dan ke bawah melalui aplikasi. Bisa diatur dengan mode manual atau otomatis," jelasnya.

Fahmi berjanji akan meningkat lagi keamanan pada Aveo agar bisa memenuhi standar medis.

"Chasing akan kami kembangkan agar bisa lebih bagus lagi dan kami tambahkan sensor pendeteksi otot," tutupnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar