Jakarta, Indonesia | Saturday, 21-07-2018

NEWS UPDATE

Mata Air Misterius Gunung Kidul Gegerkan Warga

Redaksi CityPost | Minggu,19 Mar 2017 - 03:48:07 WIB

Warga Gunung Kidul berbondong-bondong mengambil air dari mata air misterius yang dianggap mampu menyembuhkan penyakit. Foto ist.

Yogyakarta, CityPost - Munculnya mata air secara misterius di ladang milik seorang warga bernama Parno Suwito di Dusun Tunggul Timur, Semanu, Gunung Kidul tengah mengejutkan warga. Spontan mereka menyemut mendatangai tempat tersebut. Minggu (19/3/17). Perisitiwa ini lantas dijadikan sebagai simbolisasi spiritualogic, mereka yang percaya menganggap air tersebut sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit. Walhasil warga berbondong-bondong untuk mengambil air itu. Kepala Desa Semanu , Andang Yunanto mengatakan mata air it uterus menyemburkan air dengan debit yang stabil. Warga yang datang meyakini air tersebut sebagai sarana penyembuh penyakit. "Ratusan warga biasa mendatangi mata air yang muncul tiba-tiba itu. Ada yang dibawa pulang menggunakan botol ada juga yang langsung diminum langsung dari sumber mata air. Warga percaya jika air itu mengandung khasiat obat yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit," tukas Andang. Sementara itu, mendengar dan menyikapi adanya mata air misterius sebagai obat. Bupati Gunung Kidul Badingah mengatakan Pemkab Gunung Kidul melalui Dinas Kesehatan sudah memantau dan memeriksa kandungan didalam air dan hasilnya air tidak berbau dan tanpa rasa. "Secara kimia, air tidak mengandung zat atau bahan yang berbahaya jika dikonsumsi. Kadar semua zat kimia yang terkandung, dalam batas normal. Sedangkan untuk mengetahui kandungan kuman atau bakteri masih menunggu tujuh sampai sepuluh hari ke depan," ujar Badingah. Namun biar bagaimanapun, Bupati tetap menghimbau kepada warga yang hendak mengambil dan meminum air tersebut agar dimasak terlebih dahulu agar tetap aman untuk dikonsumsi. Badingah mengimbau warga datang dan mengonsumsi dari mata air itu agar merebus air terlebih dahulu. Merebus air, lanjut Badingah, untuk menjaga agar air tetap aman dikonsumsi warga. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar