Jakarta, Indonesia | Monday, 10-12-2018

NEWS UPDATE

Targetkan 20 Juta Wisman di 2019, Ini Langkah Kemenpar

GRY | Jumat,10 Agus 2018 - 22:45:22 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Kementerian Pariwisata harus menempuh sejumlah strategi untuk dapat mencapau target kunjunga 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) di tahun 2010. Salah satunya dengan membangun branding awareness ke negara lain.

Dengan komitmen memajukan pariwisata dan tujuan sinergi simbiosis mutualisme, Kemenpar melakukan penandatanganan MoU dengan 11 Co-branding Partners. Ke-11 partner yang dimaksud adalah Bali Bird Park, Mandiri e-Money, Tauzia Hotel, Mustika Ratu, Centro Keramik, Hotel Tugu, Mixagrip, Bango, Trans Jakarta, Damri, dan Orchid Forest Cikole.

Sebelumnya, Kemenpar telah bekerjasama dengan 119 brands dari berbagai kategori produk, seperti Fast—Moving Consumer Goods (FMCG), banking,kuliner, digital hingga selebritis endorser.

"Untuk menetapkan ini kita sudah buat frame. Mendukung strategi mengenalkan destinasi, urusan branding yang tepat dengan destinasi unggulan. Contohnya siapa yang paling pas untuk memperkenalkan Labuan Bajo atau Danau Toba," ujar Ketua Tim Co-Branding, Priyantono Rudito di Gedung Sapta Pesona, Jakarta belum lama ini. 

Priyantono menjelaskan, mitra yang diajak bekerjasama adalah mereka yang daya jangkau penjualannya luas. Artinya tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. 

"Sehingga ada yang partner Wonderful Indonesia untuk jangkauan luar negeri dan partner Pesona Indonesia yang sangat aktif di pasar domestik," lanjutnya.

Pada eksekusinya, brand Wonderful Indonesia akan ditempel ke produk-produk yang jangkauannya hingga mancanegara. Sementara brand Pesona Indonesia ditempel di produk-produk yang dijual di dalam negeri.

Bagi brand Wonderful Indonesia, sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan awareness terhadap brand WI sehingga akan membantu meningkatkan jumlah kunjungan wisman. Harapannya, kolaborasi ini dapat mendorong pencapaian target 20 juta kunjungan wisman pada tahun 2019.

"Wonderful Indonesia itu branding-nya sangat tinggi di Brand Competitive Index, ada di peringkat 47. Jauh di atas Malaysia dan Thailand. Value itu akan jadi sangat tinggi saat hadir di brand yang menjadi mitra kita," jelas Sekretaris Kementerian Pariwisata, Ukus Kuswara.

Dalam kesempatan berbeda, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan hadirnya industri untuk mengembangkan pariwisata merupakan hal penting karena tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah.

“Melalui kerjasama yang baik akan tercipta sebuah harmonisasi sekaligus mempercepat pembangunan pariwisata di Indonesia. Apalagi kini pariwisata telah ditetapkan menjadi core economy bangsa,” tandas Arief Yahya. (GRY/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar