Jakarta, Indonesia | Tuesday, 25-09-2018

NEWS UPDATE

UGM Kembangkan Aplikasi Bantuternak Bagi Peternak

Redaksi CityPost | Selasa,06 Jun 2017 - 01:11:47 WIB

Foto ist Humas UGM.

Yogyakarta, CityPost - Kreativitas dan inovasi yang dilakukan mahasiswa Universitas Gadjah Mada selalu mengundang decak kagum. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh keempat mahasiswa yang tengah mengembangkan aplikasi bantuternak dalam upaya membantu menjembatani kepentingan peternak dan pemodal. Aplikasi investasi sosial berbasis peternakan ini mereka beri nama 'Bantuternak' sebagai platform dalam mempertemukan investor dengan para peternak sapi. Ray Rezky Ananda, Hanifah Nisrina, Ayub dan Fata saat ini berhasil mengembangkan aplikasi bantu ternak yang direalisasikan pada ajang Innovative Academy 3 UGM. Mereka menyampaikan upaya ini dilakukan atasdasar keprihatinan terhadap kondisi peternakan Indonesia khususnya para peternak sapi yang semakin menurun. Ray Rezky selaku CEO Bantuternak mengatakan jumlah peternak semakin menurun, salah satunya karena peternak sulit memperoleh modal untuk membeli anakan sapi. Selain itu adanya ketidak seimbangan pasokan daging telah menyebabkan Indonesia mengimpor sapi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi nasional. "sekitar 30 persen daging masih impor, bahkan ditahun 2016 tercatat Indonesia harus mengeluarkan anggaran 1 triliun untuk impor sapi," tukas Ray. Kondisi itulah yang membuat Ray bersama ketiga rekannya tergerak lalu berinisiatif membuat aplikasi berbasis teknologi terkait bisnis sosial untuk membantu para peternak dengan harapan menjadi solusi dalam mengurangi impor daging dimasa mendatang. Teknisnya adalah dengan Investasi Bantuternak bekerja dengan memberikan satu sapi setiap ada investor masuk. Adapun investasi yang ditawarkan mulai dari nominal Rp10 ribu dengan masa investasi jangka pendek yaitu 5 bulan. " Nantinya 1 sapi dengan paket harga Rp12 juta termasuk pakan dan vaksinasi akan dipelihara peternak selama 5 bulan untuk kemudian dijual kembali," tukasnya Hasil dan keuntungan penjualan akan dibagi kepada investor, peternak, dan tim manajemen Bantuternak. Bentuk bagi hasilnya dengan persentase 70% Peternak, 20% Investor, dan 10 % tim manajemen bantuternak. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar