Jakarta, Indonesia | Monday, 28-05-2018

NEWS UPDATE

UU Terorisme Disebut Jangan Jadi Represif

Hen | Rabu,16 Mei 2018 - 21:38:27 WIB

Politikus PKS Nasir Djamil/foto ist

Jakarta, CityPost – Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil menyampaikan bahwa RUU Revisi  terkait terorisme akan selesai sebentar lagi. Kendati demikian dia menilai juga tidak ada salahnya jika Perppu diterbitkan.

Hal itu diungkapkan Nasir seiring dengan ancaman yang dilontarkan Presiden RI Joko Widodo yang mengatakan bakal menerbitkan Perppu anti terorisme jika pihak DPR RI tidak segera menuntaskan Revisi RUU terorisme yang dimaksudkan.

“Sah-sah saja (Perppu), tapi mari kita hormati proses yang sedang berjalan, yang menurut saya juga akan selesai,” tegas Nasir di Senayan, Jakarta pada Rabu (16/5) hari ini.

Nasir mengatakan saat ini pihaknya juga ingin menghindari UU yang baru nanti menjadi bersifat mengekang atau represif. Sementara itu, situasi yang terjadi saat ini  menurutnya lebih pada tidak maksimalnya fungsi intelejen.

“Ya ini kan kita harus jujur juga dengan situasi dan kondisi yang ada. Bahwa memang fungsi intelejen itu belum maksimal mendeteksi. Karena kan dalam sebuah kegiatan dalam menanggulangi itu kan ada tiga hal, ada pre-emtif, preventif, ada represif,” terangnya.

Menurut Nasir pihaknya juga menghindari pasal-pasal represif karena ada Hak Asasi Manusia (HAM). Namun, dia tetap menghargai jika Perppu mau diterbitkan.

“Kami menghindari sekali, dalam UU Terorisme kami menghindari sekali, berupaya untuk menghindari pasal-pasal represif, karena kami juga mengakomodir yang namanya HAM,” tegas Nasir. (Hen/ist)

 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar