Jakarta, Indonesia | Saturday, 24-08-2019

NEWS UPDATE

Bubarkan Blokade, Polisi Bentrok Dengan Warga Bima

Hen | Minggu,17 Feb 2019 - 02:36:18 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist

Bima, CityPost – Aksi warga di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat dengan memblokade jalan menuju pelabuhan Sape menggunakan batu dan kayu berakhir dengan bentrokan antara aparat keamanan dengan warga.

Bentrokan itu sendiri dipicu saat aparat Kepolisian dan TNI membuka blokade jalan warga dan mengamankan warga yang dianggap sebagai provokator.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (15/2) ini tengah menjadi perbincangan dan perhatian pemerintah serta warga setempat. Kabarnya, sebelum itu massa menuntut Pemerintah Kabupaten Bima melakukan perbaikan jalan di Desa Gubis, Desa Sangia, perbaikan jalan Desa nae lintas Desa Sangia, membuat irigasi jalan yang ada di Desa Bugis Dusun Bajo Sarae, Dusun Gusung, dilintas Poja Toi, kemudian memperbaiki jalan lintas desa Buncu Dusun Kabela.

Tuntutan itu sendiri menurut warga disampaikan karena jalan diwilayah sangat tidak layak dan dalam kondisi rusak, sehingga mereka meminta pemerintah daerah turun tangan melakukan perbaikan. Seperti yang dilansir melalui vivanews.

Untuk meluapkan aspirasinya lalu warga melakukan aksi blokade jalan menuju Pelabuhan Sape dengan batu dan kayu bahkan aksi tersebut dilakukan hingga sore hari.

Aksi bentrokan antara aparat keamanan dengan warga telah mengakibatkan lima orang warga terluka, diantaranya Ma`ruf (40), Junaidin (24) dan dua anak dibawah umur bernama Herman (16) yang terkena luka tembakan dipinggang kanan dan Nuralisa, bocah lima tahun yang terluka dipelipis kanannya.

Untuk mengantisipasi aksi-aksi susulan, Kapolda NTB Irjen Pol Achmat Juri akhirnya menyambangi tokoh masyarakat setempat untuk meredam aksi lanjutan.  Sementara itu, warga yang terluka dibiayai pengobatannya oleh pihak kepolisian.

Kondisi Sape sendiri saat ini menurut Kabid Humas Polda NTB AKBP Purnama, sudah aman dan kondusif pasca bentrokan terjadi. Pemda sendiri akan memenuhi semua tuntutan warga tersebut. (Hen/ist)

 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar