Jakarta, Indonesia | Saturday, 24-08-2019

NEWS UPDATE

Arsitekur Pondok Wisata di 10 Lokasi Dirancang Tahan Gempa

AL | Senin,15 Jul 2019 - 19:00:01 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Bangunann arsitektur pondok wisata di 10 destinasi pariwisata sudah dirancang tahan gempa. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga sudah mensosialisasikan hal ini kepada pelaku pariwisata di daerah-daerah.

"Ada titik-titik rawan bencana yang memang tidak boleh dibangun karena ketidakstabilan tanah atau jarak yang terlalu dekat dengan ombak," kata Ketua Tim Percepatan Pengembangan Homestay Desa Wisata Kemepar Anneke Prasyanti kepada awak media di Jakarta.

Anneke menuturkan, arsitektur pondok wisata yang ada saat ini memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap gempa. Berdasarkan pengamatannya di Lombok yang beberapa waktu lalu terkena gempa, semua rumah arsitektur asli Indonesia sudah tahan gempa.

"Teman-teman di Lombok sudah paham itu. Data di Lombok, 560 orang meninggal dunia karena tertimpa tembok bata atau batako. Sementara itu, rumah Lombok yang asli terbuat dari papan itu aman. Itu 300 rumah totalnya," tutur Anneke.

Menurut Anneke, untuk saat ini arah pembangunan berikutnya yang paling dimungkinkan akan mengangkat lagi kearifan lokal bersama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). 

"Bangunan dengan kearifan lokal ketahanannya lebih tinggi terhadap gempa. Kalau rumah panggung dan rumah kayu itu ikut bergoyang bersama gempa. Orang di dalamnya aman. Kayak Lalu Muhammad Zohri itu rumahnya aman. Kanan-kirinya hancur karena dia punya rumah kayu, yang lain pakai bata," ujarnya.

Anneke mengatakan, arsitektur dengan kearifan lokal di Indonesia juga merupakan aset terbesar untuk kawasan Asia. 

"Ini karena Indonesia merupakan negara yang terdiri dari bermacam-macam suku dan budaya," pungkasnya. (red/idt)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar