Jakarta, Indonesia | Sunday, 08-12-2019

NEWS UPDATE

Semen Asal China Dijual Murah Ancam Industri Domestik

Hen | Rabu,17 Jul 2019 - 19:42:08 WIB

Produk Semen Conch/foto ist

Jakarta, CityPost – Politisi Gerindra Andre Rosiade tengah menanggapi keberadaan semen murah asal Tiongkok yang masuk ke Indonesia. Menurutnya, keberadaan produk tersebut bisa mengancam industri semen domestik ditengah derasnya arus masuk semen yang begitu besar kedalam negeri.

Andre mengatakan dengan adanya Semen Tiongkok yang masuk ke Indonesia akan memicu kerugian industri domestik pasalnya kelebihan pasokan dipasaran.  Kata Andre parahnya semen-semen asal Tiongkok yang masuk kedalam negeri dijual dibawah harga pasaran.

“Kenapa itu bisa terjadi karena ada kebijakan predatory pricing, dimana investor semen Tiongkok yakni semen Conch dengan sengaja menjual semen di Indonesia dengan harga merugi,” tegas Andre melalui keterangan tertulisnya kepada awak media pada Rabu (17/7).

Andre menilai, penjualan semen Conch akan berdampak langsung terhadap penjualan dan produksi semen yang ada didalam negeri dan volumenya bisa menurun.

Disebutkan, mengacu pada data dalam situs jual beli online, harga semen Conch dijual jauh lebih murah ketimbang semen lokal. Harga semen lokal rata-rata dijual dengan harga Rp. 51 ribu sementara semen Conch dijual dengan harga Rp. 34 ribu.

Hal itu kemudian memicu penurunan kapasitas produksi yang dilakukan oleh pabrik semen di Aceh, semen Padang, semen Baturaja, semen Gresik dan semen Tonasa.

“Karena semen mereka tidak laku karena kalah bersaing. Juga karena kebijakan semen Conch yang terindikasi menggunakan predatory pricing itu,” ungkap Andre.

Saat ini Andre tengah mendesak presiden Joko Widodo untuk bisa menyelamatkan industri semen lokal dengan upaya pemanggilan menteri terkait agar segera mengupayakan langkah-langkah yang solutif agar BUMN dibidang semen bisa tetap menjadi salah satu pondasi ekonomi bangsa.

“Apalagi asosiasi semen kita sudah berkirim surat kepada Menteri Perindustrian agar juga menghentikan dan moratorium pembangunan semen baru dan investor luar, apalagi produksi semen kita sudah over supply,” ujarnya. (Hen/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar