Jakarta, Indonesia | Tuesday, 10-12-2019

NEWS UPDATE

FKH UKM Kerahkan 350 Petugas Pemeriksa Hewan Kurban

AL | Senin,05 Agus 2019 - 18:05:38 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Sleman, CityPost - Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengirim 350 petugas pemeriksa hewan kurban yang akan memeriksa kesehatan dan kualitas daging hewan kurban setalah penyembelihan.

Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Siti Istrina Oktavia Salasia menjelaskan, para petugas itu adalah mahasiswa yang disebut sebagai polisi veteriner. Mereka akan ditempatkan di seluruh area DIY. Namun, mereka tidak cuma bertugas memeriksa kesehatan hewan kurban, tapi, yang lebih penting, mereka harus bisa menjamin daging hewan ternak betul-betul layak dikonsumsi.

"Polisi veteriner ini tidak hanya memeriksa hewan kurban, namun memberikan jaminan kesehatan daging hewan ternak agar layak dikonsumsi masyarakat," kata Istrina di FKH UGM, Senin (5/8).

Istrina menuturkan, para mahasiswa yang ikut kegiatan pemeriksaan diharuskan memperhatikan perlakuan masyarakat terhadap hewan kurban. Sebab, harus sesuai standar animal welfare atau kesejahteraan hewan. Artinya,mereka memiliki tugas berat untuk memastikan hewan tidak diperlakukan semena-mena. Baik itu selama pemeliharaan maupun pada saat menjelang proses pemotongan.

"Kesejahteraan hewan harus dipastikan ketika sebelum disembelih agar hewan memiliki rasa tentram, aman, tidak stres dan ia (hewan) merasa nyaman," ujarnya.

Selain itu, para polisi veteriner akan mengawasai asal muasal hewan. Sebab, menurut Istrina, ada hewan-hewan yang berasal dari sekitar tempat pembuangan sampah yang dagingnya tidak layak dikonsumsi.

"Tidak boleh hewan ruminansia (pemamah biak) tapi makannya sampah, peran kita sebagai calon dokter hewan untuk mengawasinya," tegas Istrina.

Ketua Pengiriman Petugas Pemeriksaan Hewan Kurban, Heru Susetya menjelaskan, 350 mahasiswa yang terlibat berasal dari berbagai kategori. Ada mahasiswa S1, mahasiswa vokasi dan profesi. Mereka bekerja sama dengan dinas-dinas terkait untuk penempatan petugas pemeriksa hewan kurban. Salah satu tujuan pengiriman ini untuk menjamin prinsip aman, sehat, utuh dan higienis (ASUH).

"Kita ingin membantu masyarakat agar dagingnya yang ASUH, terjamin mulai dari sumbernya, proses penyembelihannya sampai ke tangan konsumen," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sasongko menuturkan, keberadaan polisi veteriner bisa meluruskan kesimpangsiuran informasi infeksi cacing hati dan kasus anthrax di DIY. Apalagi,banyak hewan di DIY yang memang kena cacing hati.

"Seolah sapinya tidak sehat, tapi dagingnya tetap aman dikonsumsi, lalu adanya kasus penyakit anthrax seolah ini dianggap penyakit menakutkan," ujarnya.

Menurut Sasongko, ratusan mahasiswa ini juga bisa melaksanakan pemeriksaan dan pengawasan di tempat-tempat penampungan hewan. Sehingga, diketahui asal muasal hewan tersebut.

"Kita tidak tahu hewannya dari mana, apakah sehat dan sebagainya," kata Sasongko. (red/ist)



Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar