Jakarta, Indonesia | Tuesday, 10-12-2019

NEWS UPDATE

Mendikbud: Guru honorer Bisa digaji Sesuai UMR Melalui DAU

RWS | Selasa,13 Agus 2019 - 14:44:37 WIB

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.foto.ist

Jakarta, CityPost - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan persoalan guru honorer harus bisa diselesaikan, karena itulah Muhadjir mengusulkan agar para guru honorer yang belum berhasil menjadi aparatur sipil negara (ASN) baik PNS maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) untuk bisa digaji sesuai dengan upah minimum regional (UMR) melalui dana alokasi umum (DAU).

"Bagi guru honorer yang belum lulus tes CPNS maupun PPPK, kita usulkan digaji sesuai UMK yang berasal dari DAU. Guru harus mendapatkan perhatian dari kita," kata Muhadir dalam diskusi yang di Jakarta, Selasa (13/8)

Muhadjir menuturkan, dari 90.000 guru honorer yang mengikuti seleksi seleksi PPPK tahun 2018, yang lulus hanya sekitar 34.000 guru. Awalnya, Kemendikbud sudah menyampaikan pada Menteri Keuangan Sri Mulyani kondisi yang ada. Namun para guru itu belum bisa diangkat karena hasil ujiannya masih di bawah standar.

"Kemendikbud sudah usulkan ke Bu Menkeu. Mudah-mudahan legalitasnya bisa dikeluarkan agar bisa menyelesaikan masalah guru honorer K2 yang sangat dilematis ini," ujarnya.

Muhadjir menegaskan Kemendikbud berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan guru honorer. Bahkan, Kemendikbud sudah menyiapkan sejumlah skema untuk mengatasi permasalahan itu melalui rekrutmen CPNS bagi honorer yang memenuhi syarat, dan pengangkatan menjadi PPPK yang diperuntukkan bagi guru honorer berusia di atas 35 tahun.

Dengan adanya usulan peningkatan gaji guru honorer tersebut, Muhadjir berharap para guru honorer bisa mendapatkan upah yang layak jika dibandingkan dengan gaji yang saat ini jauh di bawah UMR. Bahkan ada yang gajinya Rp 300.000 hingga Rp 500.000 per bulan. (RWS/ist)



Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar