Jakarta, Indonesia | Sunday, 08-12-2019

NEWS UPDATE

UGM Kembali Menggelar Kongres Pancasila

AL | Kamis,15 Agus 2019 - 12:05:16 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Sleman, CityPost - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta melalui Pusat Studi Pancasila kembali menggelar Kongres Pancasila XI yang kali ini bertajuk `Aktualisasi Pancasila dalam Merajut Kembali Persatuan Bangsa`. Kegiatan ini berlangsung di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kamis (15/8).

Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) menjadi pembicara utama dalam Kongres Pancasila XI ini dengan menyampaikan tema `Merajut Persatuan Bangsa` yang bertujuan menegaskan tanggung jawab segenap elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Menurut Rektor UGM Panut Mulyono, penegasan itu penting terutama dalam konteks masyarakat yang beberapa waktu terakhir sempat diwarnai oleh rivalitas tensi tinggi dan ancaman perpecahan, serta kegaduhan yang bersumber dari berita-berita hoaks dan provokatif.

"Perjuangan para pendahulu kita dalam menentang kolonialisme adalah demi merontokkan struktur yang membeda-bedakan warga negara, menolak struktur anti-kesetaraan dan anti-kebebasan. Sayangnya, dalam kehidupan kita hingga saat ini masih terjadi relasi kuasa yang tidak seimbang," katanya.

Menurut Panut, untuk mewujudkan visi bernegara seperti yang termuat dalam Pembukaan UUD 1945 alinea kedua, yang dibutuhkan adalah kemauan dan kemampuan setiap warga negara untuk bekerja sama di dalam segala ragam perbedaan yang ada.

"Persatuan menjadi kunci dalam suasana kehidupan yang diliputi oleh perpecahan, sehingga kerja sama membangun negara menjadi terlalu sulit dilakukan bila kehidupan berbangsa dipenuhi prasangka, dan ketiadaan rasa saling percaya," ujarnya.

Panut menambahkan, kemunculan sejumlah organisasi atau masyarakat sipil yang tidak sipil menjadi tantangan penting untuk masyarakat demokrasi dan masyarakat Pancasila hari ini. Karena, sebuah negara yang dipenuhi oleh sikap-sikap yang tidak sipil dan penuh kebencian akan memecahkan sendi-sendi persatuan bangsa yang telah dibangun bersama-sama, menjadikan lingkungan tidak sehat, merusak dan beracun, tidak menciptakan kemajuan, produktivitas dan peradaban yang tinggi.

"Kebebasan mengungkapkan pikiran, dan keyakinan perlu diberi tempat, kita lindungi dan kita beri salurannya, agar ide-ide dan kreatifitas bisa mengalir dengan bebas. Tetapi dalam menjalankan hak bersuara ini, lakukanlah secara sipil, dengan cara yang elegan dan beradab," katanya.

Dalam  Kongres Pancasila XI ini, akan dipresentasikan 141 `abstrak call for papers` dari para peserta kongres. Rangkaian acara ini juga diisi dengan Orasi Kebangsaan dari Menteri Komunikasi dan Informatika RI dengan tema `Berita Bohong (hoaks) Merusak Kesatuan Bangsa`; serta dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dengan tema Pesan Persatuan Bangsa, dari Yogya untuk Indonesia`; juga paparan oleh berbagai pembicara lainnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar