Jakarta, Indonesia | Sunday, 08-12-2019

NEWS UPDATE

Kementan Tingkatkan Ekspor Beras Hitam

AL | Jumat,23 Agus 2019 - 17:50:47 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) Gatut Sumbogodjati mengatakan beras hitam Indonesia sudah mulai diminati pasar Amerika Serikat (AS). Pada tahun 2018 untuk pertama kali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mengekspor beras hitam ke Amerika Serikat sebanyak 20 ton senilai Rp 800 juta.

"Beras hitam kita sudah mulai dilirik pasar ekspor, ke depan volume ekspornya akan lebih banyak. Kementan mendorong ekspor dengan mempermudah izin dan meningkatkan produksi berkualitas ekspor," kata Gatut kepada awak media di Jakarta, Jumat (23/8).

Beras hitam merupakan varietas lokal yang mengandung pigmen antosianin dan antikolesterol yang tinggi, mencapai 200-400 miligram per 100 gram paling baik diantara jenis beras lainnya seperti beras merah. 

"Seperti halnya negara Korea menjadikan beras hitam sebagai bagian penting dalam pemeliharaan kesehatan. Hal tersebut dapat menjadi peluang pasar ekspor yang menjanjikan bagi Indonesia," ujar Gatut.

Merujuk ke penelitian, Gatutt menuturkan beras hitam merupakan varietas yang langka dan sangat tua. Secara historis pada zaman dulu beras ini dianggap sebagai makanan kaum elit seperti kalangan raja, sehingga disebut beras larangan. Namun sekarang siapapun bisa menanam dan mengkonsumsi beras tersebut hanya saja keberadaannya belum banyak dikembangkan di Indonesia. Ada beberapa varietas yang sudah dikembangkan sejak jaman dulu seperti contohnya varietas Padi Hitam yang ada di Toraja dan Nusa Tenggara Timur.

"Kemudian ada lagi varietas Cempon Ireng di Magelang, Sleman, Bantul, terus ada varietas Joko Bolot di Malang, dan di sekitaran Jawa Barat ada juga varietas Cibeusi yang banyak di Subang,” tambahnya.

Petani di beberapa daerah di Indonesia juga sudah mulai konsisten mengembangkan beras hitam, seperti di kabupaten Tabanan, mereka mengembangkan beras hitam dengan kapasitas produktivitas 5 hingga 6,5 ton/ha dengan umur panen 6 bulan. Gatut mengatakan, Kementan juga terlibat aktif mendukung dari sisi fasilitasi pascapanennya. 

“Untuk kelompok tani yang mengembangkan beras hitam kami beri juga bantuan seperti Combine Harvester, Dryer, Rice Milling Unit dan Packing agar lebih efisien proses produksinya," lanjutnya.

Menurut Gatut, beras hitam adalaj lekayaan hayati yang bernilai ekonomis perlu dikembangkan karena kandungan nutrisinya. Gatut menjelaskan, beras hitam berbeda dengan beras ketan hitam baik kandungan nutrisi dan rasa serta aromanya.

"Beras hitam perlu disosialisasikan sehinga masyakarat mengenal dan mengembangkannya menjadi salah satu produk berdayasaing tinggi dan andalan Indonesia," katanya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar