Jakarta, Indonesia | Friday, 14-08-2020

NEWS UPDATE

Google: UU PDP Harus Perhatikan Ekosistem Digital

GRY | Rabu,25 Sept 2019 - 15:35:57 WIB

Ilustrasi gambar/foto ist

Jakarta, CityPost - Manager Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Google Indonesia, Ryan Rahardjo, menuturkan Google telah memiliki kerangka kerja terkait perlindungan data pribadi, yang dapat dijadikan referensi dalam merancang Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

"Google sendiri, kami tahun 2018 sudah mengeluarkan framework buat smart regulation terkait perlindungan data pribadi, jadi ini mungkin bisa dipakai." kata Ryan usai Google Travel Insight di Jakarta, Selasa (24/9).

Ryan menuturkan bahwa proses pengumpulan dan pengelolaan data harus transparan, baik pemilik platform online maupun pemerintah, agar user atau konsumen mengetahui apa saja informasi yang diambil.

Selain itu, Ryan menyarankan agar kontrol privasi selalu ada pada pengguna agar dapat sewaktu-waktu memperbarui bahkan menghapus informasi mereka. Ryan juga menekankan pentingnya fitur keamanan.

"Smart regulation ini yang kita push, dan juga practicality ini yang penting karena harus melihat juga ekosistem digital seperti apa," kata Ryan.

Menurut Ryan, UU PDP juga harus memperhatikan ekosistem digital secara luas agar dapat revelan dan mendukung industri lokal untuk maju.

"Teman-teman startup mereka juga bergantung pada free flow data, jadi kalau misalnya ada pembatasan terhadap akses data, atau misalnya transfer data antarwilayah itu sebenarnya juga menjadi salah satu elemen yang menghambat sektor tersebut," ujar dia.

Ryan mengatakan Google Indonesia selalu terbuka untuk berdiskusi dengan pemerintah.

"Kita bikin kelas-kelas bareng, bareng juga dengan Kominfo untuk edukasi masyarakat terkait pentingnya privasi itu seperti apa, kita selalu terbuka untuk diskusi," kata Ryan.

Google Indonesia juga telah membuat kampanye Jaga Privasimu, kompetisi komik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya privasi.

Kampanye tersebut berisi 10 tips untuk menjaga privasi pengguna, yang dikembangkan bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Internet Governance Forum dan ICT Watch.

"Jaga Privasi ini, sebentar lagi kita akan roadshow tiga kota, kita bakal ke Bali, Bandung dan Semarang. Tanggal 3 Oktober di Semarang, 10 Oktober di Bandung, dan 17 Oktober di Bali untuk edukasi masyarakat," ujar Ryan. (GRY/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar