Jakarta, Indonesia | Sunday, 08-12-2019

NEWS UPDATE

Mahasiswa Kendari Demo Minta Keadilan Randi Dan Yusuf

Hen | Selasa,22 Okt 2019 - 16:16:02 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist

Kendari, CityPost – Ratusan mahasiswa dari berbagai Universitas di Kendari, Sulawesi Tenggara kembali menggelar aksi unjuk rasa turun kejalan. Mereka menuntut pihak berwajib segera menuntaskan dan mengusut kematian rekannya Randi dan M Yusuf, dua mahasiswa yang menjadi korban penembakan saat bentrokan terjadi dan tewas.

Bahkan, dari lansiran awak media setempat, keluarga mahasiswa yang menjadi korban penembakan dan kini meninggal dunia  ikut turun kejalan melakukan aksi bersama ratusan mahasiswa lainnya. Aksi itu digelar pada Selasa (22/10) hari ini.

Disebutkan, ratusan mahasiswa tengah mendatangi Mapolda Sulawesi Tenggara pada pukul 11.00 WITA. Mereka juga membakar ban bekas serta aksi teatrikal didepan halaman Mapolda Sultra yang sudah dikelilingi barikade kawat berduri dan dijaga ketat oleh aparat Kepolisian dibantu TNI.

Dari keterangan yang diperoleh awak media, aksi tersebut digelar untuk mempertanyakan kelanjutan pengusutan kasus tewasnya mahasiswa Randi dan M Yusuf saat bentrokan terjadi di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara pada 26 September 2019 lalu.

Dalam orasinya, paman dari M Yusuf Kardawi, Syamsudin menegaskan bahwa dirinya sengaja datang dan ikut aksi didepan Polda Sultra usai menilai proses pengusutan kasus penembakan dua mahasiswa tak juga bisa diungkap oleh pihak kepolisian.

“Kami datang meminta keadilan bapak-bapak. Kami ikhlas dengan meninggalnya M Yusuf, tapi sebagai keluarga kami tidak ikhlas almarhum meninggal karena tembakan,” ungkapnya saat berorasi.

Syamsudin mengatakan sudah 25 hari M Yusuf dan Randi meninggal dunia tetapi hingga saat ini aparat baru memeriksa enam polisi dengan status terperiksa.

“Sudah 25 hari Yusuh dan (Himawan) Randi meninggal dunia. Namun, sampai saat ini (aparat) baru memeriksa enam polisi. Itupun statusnya masih terperiksa. Hingga saat ini belum ada kejelasan. Kami keluarga menuntut polisi seceparnya mengusut kasus ini. Bagaimana jika anak polisi diperlakukan seperti itu,” tegas Syamsudin. (Hen/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar