Jakarta, Indonesia | Tuesday, 10-12-2019

NEWS UPDATE

IKAGI Minta Menteri BUMN Erick Thohir Copot Dirut Garuda

WDP | Minggu,27 Okt 2019 - 23:59:24 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist

Jakarta, CityPost - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan nama-nama susunan Kabinet Indonesia Maju, di Istana Negara pada Rabu (23/10), Untuk posisi Menteri Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dijabat oleh Erick Thohir.

Pengangkatkan Erik Thohir sebagai Menteri BUMN membawa harapan besar bagi sejumlah BUMN, salah satunya disuarakan oleh Serikat Pekerja Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI).

IKAGI meminta Erick Thohir mencopot Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Menurut Ketua Umum IKAGI Zaenal Muttaqin selama memimpin Garuda Indonesia, Ari Askhara dinilai gagal dalam melaksanakan tata kelola perusahaan milik negara dengan prinsip Good Corporate Governance tersebut, yang menyebabkan kerugian bagi para pegawai, khususnya awak kabin PT Garuda Indonesia.

Zaenal juga menyoroti peraturan internal yang diterbitkan oleh Direksi Garuda Indonesia yang tidak sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) sehingga berdampak sangat merugikan awak kabin di lingkungan kerja Garuda Indonesia.

"Tentu ini melanggar norma kerja, karena penerbangan ini tidak memperhatikan Human Limitation Factor, FRMS (Fatigue Risk Management System), ICAO (International Civil Aviation Organization) Annex 6 dan CASR (Civil Aviation Safety Regulation) 121," ujar Zaenal kepada wartawan, Sabtu (26/10).

Lebih lanjut Zaenal mengatakan jajaran Direksi Garuda Indonesia telah melakukan tindakan anti serikat pekerja atau union busting terhadap pengurus IKAGI yang sah periode 2018-2021, dengan melakukan penghentian iuran keanggotaan, membentuk kepengurusan IKAGI tandingan, serta pemberlakuan larangan terbang sampai batas waktu yang tidak ditentukan terhadap Ketua Umum IKAGI yang sah.

"Karena itu kami meminta kepada Menteri BUMN baru, agar dapat mengganti posisi Direktur Utama PT GIAA Ari Askhara, dengan seseorang yang memiliki kemampuan dan integritas tinggi dalam mengelola perusahaan milik negara ini," pungkas Zaenal.

Saat ini, pengurus IKAGI yang sah terus diteror oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan IKAGI. Diduga, perilaku tersebut didukung oleh direksi Garuda Indonesia.

“Kami selaku pengurus IKAGI yang sah diminta untuk angkat kaki dari kantor kami sendiri. Dan saya pribadi diminta untuk tidak lagi menjabat sebagai ketua IKAGI,” paparnya.

Zaenal menambahkan, keberadaan IKAGI dari awal memang dibentuk untuk memperjuangkan hak-hak yang harus diterima oleh para awak kabin. IKAGI, kata dia, tidak pernah lelah untuk memperjuangkan kesejahteraan para awak kabin meskipun banyak pihak yang tidak menyukai langkah dan perjuangan IKAGI.(WDP-citypost)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar