Jakarta, Indonesia | Tuesday, 10-12-2019

NEWS UPDATE

Sayuran Organik Tapos Dilirik NGO Jepang

Agus | Senin,04 Nov 2019 - 23:04:26 WIB

Calon Kades Desan Tapos dan Ketua Gapoktan Arsudin bersama Sekretaris Poktan Herry/foto ist

Tangerang, CityPost - Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Tapos RT 05, RW 02, Kecamatan Tigaraksa, Tangerang Banten telah berhasil membudidayakan lahan-lahan kosong dan lahan tidur menjadi lahan pertanian yang bisa menggeliatkan ekonomi warga sekitar melalui tanaman sayur organik. Bahkan hasil sayuran yang ditanamnya sudah bisa memenuhi kebutuhan supermarket diwilayah setempat.

Ketua Gapoktan Arsudin mengatakan keberhasilan membina para generasi muda hingga mau merambah dunia pertanian karena konsep yang ditawarkan menjanjikan. Sejak 2008 lalu, Gapoktan sudah membawahi tiga Kelompok Tani (Poktan) antara lain di Desa Ranca Sadang, Sukamanah dan Sukamuti.

“Alhamdulillah sayuran organik yang dihasilkan sudah bisa merambah dan dimasukkan ke supermarket-supermarket dengan harga yang menjanjikan,”ungkap Arsudin saat dihubungi redaksi Sinar Pagi Baru dikediamannya di Desa Tapos.

Selain bekerjasama dengan Hypermarket, Arsudin mengatakan hasil Gapoktan juga diperuntukkan bagi peternakan lele sebagai pakan ternak yang hingga kini masih terus berjalan dan meningkat.

“kita bekerjasama dengan peternakan Lele Sentosa dan relawan provinsi dibawah asuhan Haji Riatno. Alhamdulillah sampai sekarang ternak lele masih berjalan. Bahkan untuk sayuran organik, kita sampai keteteran karena permintaan dari supermarket  sangat tinggi,” ungkapnya.

Arsudin saat ini tengah membuka lahan baru untuk memenuhi kebutuhan sayuran organik atas  permintaan supermarket yang terus meningkat setiap harinya. Sementara itu, untuk lahan yang digunakan dia mengaku akan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki lahan tidur tidak terpakai agar bisa diberdayakan oleh pemuda untuk lahan pertanian.

“ada 25 anggota Gapoktan, lahannya dari kerjasama milik perusahaan, lahan tidur, ada yang milik pribadi dengan konsep garapan dan kerjasama disewakan,’ ujarnya.

Arsudin yang menjabat Ketua RW Desa Tapos dan kerap disapa Jaro Udin ini menyampaikan bahwa dengan adanya lahan pertanian dan tingginya permintaan sayuran organik dari supermarket telah membantu menggeliatkan perekonmian warga. Bahkan, tim Gapoktan Tapos kerap dipanggil untuk menjadi moderator dan menerangkan keberhasilan yang dicapai selama ini terkait sayuran organik.

“Alhamdulillah, kita sudah kedatangan dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN), mahasiswa dari Australia, Malaysia, Singapura, Amerika dan Hungaria. Semua ada tujuh negara. Mereka ingin tahun keberhasilan pertanian sayuran organik yang dicapai Gapoktan Tapos,” terang Jaro Udin.

Bukan hanya tertarik dengan keberhasilan pertanian sayur organik Tapos, Udin mengatakan mereka juga berniat menaruh alat untuk mendeteksi tanah di Desa Tapos dan memberikan bantuan bagi petani-petani muda di Desa Tapos.

“saat ini Gapoktan juga bekerjasama dengan IZI dan LSM Holtikultura Oischa Jepang. Mereka mengatakan siap menampung anak-anak muda dan membimbing mereka yang mau terjun kebidang pertanian dan bercocok tanam agar, dunia pertanian bisa beregenerasi dimasa mendatang,” katanya.

Menanggapi banyaknya tawaran dari pihak NGO (LSM) asing yang salah satunya dari Oischa Jepang, Arsudin mengatakan dalam waktu dekat berencana membuat balai latihan kerja dan pelatihan pertanian bagi anak-anak muda Desa Tapos dan untuk mereka yang berprestasi akan direkomendasikan bea siswa untuk kuliah dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN) serta diikutsertakan dalam program bimbingan bersama Oischa di Jepang.

“Program dalam waktu dekat adalah mensosialisasikan pentingnya dunia pertanian bagi generasi muda milenial agar mereka bisa berkecimpung melalui balai latihan dan bimbingan dari para ahli. Dengan demikian, dunia pertanian Indonesia bisa regenerasi dan tidak sebatas pada yang sudah tua saja,” pungkasnya.

Diketahui selama ini Arsudin bersama Gapoktan binaannya telah menanam jenis sayuran berupa, bayam merah, bayam hijau, pokcai sejenis cesim, dan aneka sayuran organik lainnya dilahan-lahan yang tidak terpakai dan akhirnya bisa dimanfaatkan demi kepentingan masyarakat setempat.

Arsudin sendiri saat ini tengah mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Tapos usai didorong oleh masyarakat agar bisa membawa kesejahteraan dan perubahan bagi warga Desa Tapos, baik melalui kebijakan maupun program-program kerjanya yang sudah terbukti berhasil dan bisa menggeliatkan perekonomian warga. (Agus)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar