Jakarta, Indonesia | Sunday, 08-12-2019

NEWS UPDATE

LEKAS Minta Bank Sampah Bone Dilembagakan Menjadi Koperasi

Agus | Selasa,05 Nov 2019 - 13:56:39 WIB

Ketua LEKAS, Anwar Marjan/foto agus -citypost

Bone, CityPost - Ketua Lembaga Kajian dan Advokasi Lintas Masyarakat (LEKAS) Kabupaten Bone, Anwar Marjan mengatakan pihaknya terpanggil untuk berperan aktif dalam penanganan terhadap sampah di Bone. Menurutnya, bank sampah yang ada di Kabupaten Bone sangat penting dilembagakan dalam satu wadah yang bernama Koperasi. 

Anwar yang diwawancara khusus oleh media ini (5/11) mengatakan bahwa program pengelolaan sampah harus dikelola dengan menggunakan konsep ekonomi kerakyatan. 

"Satu-satunya lembaga ekonomi kerakyatan yang tepat adalah koperasi" ungkapnya. 

Koperasi adalah ekonomi kegotongroyongan yang lahir hampir bersamaan dengan negara ini, lanjut Anwar. 

Secara kultur Bone sangat mengendepankan kebersamaan dan persatuan termasuk dalam aspek sosial ekonomi, sehingga bank sampah yang ada di Bone juga mengedepankan koperasi sebagai wadah ekonominya. Selain itu, bank sampah di Bone mengedepankan penguatan kelembagaan sehingga diharapkan tercipta sistem dan manajamen yang tangguh dan handal. Sebab tanpa manajemen dan sistem yang tangguh, dikhawatirkan kelangsungan hidup bank sampah ini akan bermasalah, paparnya lebih lanjut.

Diketahui, saat ini sudah ada 122 bank sampah di desa yang ada di Bone dan masih berpotensi untuk terus bertambah. Sementara di wilayah kota fokus pada penguatan manajemennya, intinya perubahan 'mindset' masyarakat akan sampah, apalagi ini permintaan Bupati Bone yang berimplikasi pada pencapaian adipura, tutur Anwar.

LEKAS dalam hal ini, melakukan penguatan kelembagaan hingga pendampingan bank sampah secara intensif dan interaktif.

Menurut Anwar, segala sesuatu dan teknologi yang dilakukan ujungnya akan berakhir sampah, ini penting apalagi Gaung pengelolaan sampah di Bone sudah menggema secara nasional, Jika Bone sudah Zero Waste, kita akan mengundang Presiden Jokowi, tahun depan," tandasnya. 

Diketahui sebelumnya LEKAS menggelar workshop pengelolaan sampah di Hotel Helios, kota Watampone (3/11) yang dibuka secara resmi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone, Andi Syahrul.

Workshop ini dihadiri oleh camat, lurah dan perwakilan puskesmas se-Kabupaten Bone. Sementara pemateri workshop diisi H Asrul Husein Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Hijau Foundation (pemerhati lingkungan Hidup dan Persampahan Indonesia).  

Pada kesempatan itu, Andi Syahrul mengatakan bahwa Ia bermimpi mendapatkan adipura. Namun menurutnya adipura itu bukan tujuan akhir, tapi bagaimana melakukan kerjasama tim dan prosesnya, kita menuju kesitu. " Siapa yang tidak bermimpi mendapatkan adipura, adipura itu oke dan yes" ungkapnya.

Mantan Kadis Damkar Bone ini menambahkan, secara makro, penanganan dan pengelolaan masalah sampah di Bone memerlukan ekstra kerja keras, Namun jika semua instrumen bekerja, indikator Bone bebas sampah atau 'Zero Waste' bisa terwujud.

Kita sudah dapat Bone Sehat mulai tahap Padapa, Wiwerda hingga Wistara dengan berbagai indikatornya, tentu hal tersebut berkaitan dengan pengelolaan sampah, secara bertahap kita lakukan, apalagi sekarang produksi sampah kota telah mencapai 70 ton per-hari, inilah yang dikelola, inilah tanggung jawab kita, " pungkas Andi Syahrul. (Agus-citypost)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar