Jakarta, Indonesia | Tuesday, 10-12-2019

NEWS UPDATE

Unit Usaha KUD Pakis Berkembang Berkat Hadirnya LPDB

Agus | Jumat,08 Nov 2019 - 22:24:31 WIB

Subianto, Ketua KUD Pakis/foto Agus-citypost

Malang, CityPost –  Kehadiran Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) dalam membantu membantu permodalan bagi pelaku Koperasi dan UMKM tengah diapresiasi oleh para pelaku usaha mikro.

Mereka mengatakan, mulai dari permodalan, syarat pengajuan, kecepatan proses pencairan hingga pengembalian pinjaman dengan suku bunga yang lebih rendah dari bank telah membuat para pelaku usaha kecil bisa mengembangkan proyeksi bisnis dalam mensejahterakan anggota dan menggeliatkan perekonomian nasional.

Hal itu diungkapkan oleh Koperasu Unit Desa (KUD) Pakis yang berada di Kabupaten Malang yang hingga saat ini telah berhasil mengembangkan unit bisnis mereka hingga mampu berkontribusi dalam memberikan kesejahteraan bagi anggota secara khusus dan pertumbuhan ekonomi nasional seccara umum.

Ketua KUD Pakis, Subianto mengatakan pembiayaan berupa pinjaman yang diberikan LPDB KUMKM sangat bermanfaat pasalnya bunga yang ditawarkan sangat rendah. Bahkan dia mengaku sudah tiga kali mendapatkan fasilitas pinjaman melalui LPDB.

"Kami telah bermitra sejak tahun 2010, sampai saat ini masih menjadi mitra LPDB-KUMKM" ungkap Ketua KUD Pakis, Subianto (8/11), didampingi oleh jajaran pengurus.

Subianto menjelaskan, pertama kali mengakses pembiayaan dana bergulir pada tahun 2010 dengan plafon pinjaman Rp1,5 milyar. Pinjaman kedua dengan plafon Rp2,5 milyar pada tahun 2013 dan sukses dikembalikan tepat waktu.

“Tahun 2016 kami mendapatkan pinjaman ketiga dengan plafon  sebesar Rp5 milyar. Sekarang sudah sekitar 60% kami kembalikan,” kata Subianto.

Terkait dengan syarat pengajuan, Subianto mengatakan tidak ada kendala. Kami menyiapkan pengajuan berupa surat permohonan, proposal, akta pendirian dan pengesahan, laporan keuangan yang jelas, laporan Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2 tahun terakhir, serta legalitas koperasi, pengurus, pengawas, dan pengelola. Tidak lama berselang, tim LPDB datang untuk melakukan survey.

Sebelum mengakses pembiayaan dari LPDB, Subianto mengatakan KUD Pakis mengajukan pinjaman dari bank dengan bunga yang relatif tinggi yakni 12-13%. Setelah mendapat pinjaman dari LPDB dengan bunga yang rendah, koperasi dapat menghemat pengeluran dan anggota dapat merasakan manfaat dari pinjaman tersebut.

Subianto juga mengatakan, salah satu manfaat yang dirasakan oleh KUD Pakis dari pembiayaan yang diberikan LPDB-KUMKM dapat dilihat dari nilai aset yang saat ini berada pada angka Rp27 milyar dan omzet antara Rp6-7 milyar/bulan. KUD Pakis memiliki jumlah anggota 1.213 orang dan karyawan 43 orang. Selain itu, unit usaha yang lain seperti unit simpan pinjam, perdagangan umum, swalayan, serta penyaluran pupuk bersubsidi semakin berjalan baik, jelasnya.

"KUD Pakis merasakan dampak positif mulai dari nilai aset, omzet perbulan, jumlah anggota maupun jumlah karyawan yang menunjukkan peningkatan" paparnya.

Mengenai strategi pengembalian dana bergulir yang diterapkan KUD Pakis yakni dengan menggunakan perhitungan yang matang sedari awal. Modal pinjaman yang di dapat dari LPDB dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga Koperasi mengalami peningkatan dan memperoleh keuntungan, ungkap Subianto.

Sementara itu, manager KUD Pakis, Nanik Muryati mengatakan, sebagian dana pinjaman dari LPDB digunakan untuk pengembangan pertanian tebu yang disalurkan melalui kelompok tani. Mereka nantinya akan melakukan pengembalian setelah panen, dan ketika melakukan penjualan harus lewat KUD Pakis, tandas Nanik. (Agus/citypost)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar