Jakarta, Indonesia | Friday, 14-08-2020

NEWS UPDATE

Kontak Tembak Lumpuhkan Wilayah Tembagapura, Ribuan Warga Ng

Chan | Senin,09 Mar 2020 - 16:33:38 WIB

Ilustrasi Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua/foto ist

Papua, CityPost – Warga diperkampungan distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika saat ini memilih pergi meninggalkan rumah mereka usai adanya kontak tembak antara aparat keamanan dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang sudah terjadi sejak tiga hari yang lalu.

Wilayah itu dilaporkan saat ini lumpuh, tidak ada kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh warga. Bahkan mereka yang mengungsi sudah mencapai 1.000 orang yang dievakuasi dari empat kampung di Distrik Tembagapura ke Timika. Semua pelayanan pendidikan, kesehatan dan lainnya lumpuh dan sudah tidak beroperasi.

Informasi itu disampaikan oleh Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai kondisi terkini dari Tembagapura.

“Masyarakat merasa takut, terancam, trauma. Kalau mereka bertahan disana mereka kesulitan untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok,” ungkap Rettob pada Senin (9/3) seperti yang dilansir melalui kantor berita Indonesia, Antara.

Rettob mengatakan, semua anak sekolah di Kampung banti dan sekitarnya sudah diliburkan dan semua siswa sudah lama sekitar tiga tahun tidak lagi bersekolah karena sekolah SD Negeri dan SMP Negeri Satu Atap banti dibakar oleh KKB pada Februari 2017 lalu.

“Meskipun bunyi letusan senjata api hanya sesekali terdengar, tapi ini tentu membuat masyarakat ketakutan. Mereka tidak ingin kejadian seperti pada Oktober 2017 sampai April 2018 itu terulang kembali. Perlu diambil solusi yang tepat agar situasi keamanan di Waa, Banti, Kimbeli, Opitawak dan Utikini bisa kembali pulih,” ujarnya.

Disebutkan, warga sudah mengungsi sejak Jumat (6/3) lalu. Mereka mayoritas merupakan warga Banti yang takut akan adanya baku tembak dan kemudian mengungsi ke Timika. Bahkan pada Minggu (8/3) masih ada 614 warga yang mengungsi.

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menegaskan bahwa ulah dan keberadaan KKB ini sudah menakutkan warga dan harus segera ditindak tegas. Oleh karenanya dia meminta aparat gabungan antara TNI dan Polri untuk segera masuk dan menghadang KKB agar mereka tidak bisa masuk kewilayah pertambangan Freeport. (Chan/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar