Jakarta, Indonesia | Friday, 14-08-2020

NEWS UPDATE

Teten Apresiasi Provinsi Babel Terkait Ekspor Lidi Dan Lada

Retno | Selasa,07 Jul 2020 - 19:33:34 WIB

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki gunting pita pertanda ekspor lidi nipah dan lada putih di Bangka Belitung/foto ist

Bangka Belitung, CityPost – Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel-red) saat ini tengah berhasil mengekspor Lidi Nipah 12 ton dan Lada Putih 45 ton hasil dari para pengrajin Kota Kapur kenegara Jepang. Keberhasilan ini lantas mendapatkan apresiasi dari Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Disebutkan melalui keterangan tertulis Pemprov Bangka Belitung, acara ekspor Lidi Nipah dan Lada Putih dilepas dengan acara seremonial pengguntingan pita yang dilakukan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bersama Gubernur Pemprov Babel Erzaldi Rosman di Dermaga Pelabuhan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang pada Senin (6/7).

Gubernur Pemprov Babel Erzaldi Rosman mengaku senang Teten bisa menghadiri cara pelepasan ekspor tersebut yang sekaligus menjadi motivasi bagi para pelaku UMKM Babel dalam meningkatkan kualitas  produk mereka.

Erzaldi mengatakan, lidi nipah selama ini dianggap tidak memiliki nilai dan hanya ada disungai-sungai di Bangka Belitung, namun ternyata produk itu mempunyai potensi yang sangat besar untuk meningkatkan ekonomi rakyat.

“Ini menjadi potensi yang baru dan harus mendapat perhatian,” tegas Erzaldi melalui keterangan tertulisnya.

Kendati demikian, Erzaldi mengaku saat ini masalah ekspor di Bangka Belitung masih terkendala Pelabuhan. Untuk itu dia mengatakan kedepan bakal mengembangkannya.

“Kedepan, melalui Kementerian Perhubungan RI, Pelabuhan Pangkal Balam akan dikembangkan kearah dua kilometer dari arah muara,” tegas Erzaldi.

Babel sendiri menurut Erzaldi merupakan wilayah pemilik Lada Putih terbaik didunia dan kerap mengirim komoditi itu kewilayah Jepang. Dia berharap nantinya ada kapal bermuatan besar yang bisa mengangkut sehingga ada tambahan nilai bagi para pengrajin lidi nipah.

Erzaldi juga memberikan apresiasi kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bumi Bangka Belitung Sejahtera yang telah memfasilitasi para pengrajin nipah melalui Kredit Usaha Rakyat.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa nilai ekspor UMKM Indonesia masih rendah. Hanya ada 14 persen dari seluruh UMKM yang ada. Itu merupakan tantangan besar bagi pihak Kementerian Koperasi dan UKM dalam meningkatkan nilai ekspor.

“Pemerintah juga telah menurunkan ambang bea masuk ekspor hingga tiga dolar, yang diharapkan mampu membantu UMKM bersaing dipasar global,” imbuh Teten. (Ret/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar