Jakarta, Indonesia | Friday, 14-08-2020

NEWS UPDATE

IPW Sebut Polisi Penyiksa Kuli Sebagai Predator Beringas

Chan | Sabtu,11 Jul 2020 - 20:16:42 WIB

Sarpan korban penyiksaan oknum polisi Polsek Sei Tuan Medan/foto ist via era muslim

Jakarta, CityPost – Kasus penyiksaan seorang kuli bangunan bernama Sarpan didalam tahanan Polsek Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara tengah memicu kembali stigma negatif terkait institusi kepolisian ditengah gencarnya informasi dan sosialisasi citra baik polisi ditengah masyarakat luas.

Kasus ini tengah mencapatkan kecaman dan komentar beragam dari publik Indonesia. Bahkan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane sampai angkat bicara dan menegaskan bahwa masih ada anggota beringas yang menjadi predator dan monster bagi masyarakat.

“Sebuah keberingasan anggota polisi kepada masyarakat dan sekaligus menunjukkan masih ada anggota polisi yang menjadi predator dan monster bagi masyarakat,” tegas Neta melalui keterangan resminya di Jakarta pada Jumat (10/7) lalu.

Neta menilai masih ada anggota kepolisian yang tidak tertib hukum dan tidak taat dengan prinsip-prinsip pedoman hak asasi manusia.

“Kasus ini menunjukkan bahwa Polri masih jauh dari sikap promoter dalam menangani sebuah perkara,” ucapnya.

Neta mempertanyakan kepada pihak kepolisian kenapa Sarpan yang seharusnya menjadi saksi sebenarnya dan dibutuhkan oleh polisi dalam mengungkap kasus tetapi malah mendapatkan penyiksaan. Dia menilai penyiksaan terhadap saksi malah memunculkan indikasi polisi berpihak dan hendak melindungi pelaku. Jika benar, maka kasus ini harus diusut hingga tuntas oleh pihak Profesi Pengamanan (Propam) Polri.

“Bagaimanapun apa yang terjadi di Polsek Percut Sei Tuan ini menjadi catatan hitam bagi Polda Sumut, sehingga polri harus bersikap tegas pada polisi-polisi pemangsa masyarakat,” ujar Neta.

Diketahui sebelumnya, Sarpan mendapatkan penyiksaan yang dilakukan oleh sejumlah anggota polisi di Polsek Sei Tuan Medan. Saksi itu ditahan disana selama lima hari sejak Kamis (2/7) lalu. Disebutkan, Sarpan sendiri merupakan saksi dalam kasus pembunuhan  terhadap kernetnya Dodi Sumanto alias Dika.

Usai penyiksaan itu terjadi, akhirnya orang yang diduga sebagai pelaku aslinya Anzar (27) tertangkap dan disebutkan sebagai anak pemilik rumah yang sedang direnovasi.

Dari pengakuan Sarpan, dia mengungkap dipukuli dengan mata tertutup dan disetrum. Dia baru dibebaskan setelah masyarakat berdemo mendatangi Polsek Sei Tuan yang meminta saksi dikeluarkan dari penjara. (Chan/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar