Jakarta, Indonesia | Friday, 14-08-2020

NEWS UPDATE

Sesmenkop Minta Hentikan Stigmatisasi Negatif Koperasi

Agus | Senin,13 Jul 2020 - 19:59:59 WIB

Sekretaris Kementerian Koperasi (sesmenkop-red) UKM Prof. Rully Indrawan/foto Agus citypost

Jakarta, CityPost – Sekretaris Kementerian Koperasi (sesmenkop-red) UKM Prof. Rully Indrawan saat ini menyerukan kepada banyak pihak untuk menghentikan stigmatisasi negatif terhadap koperasi, pasalnya sejak era Revolusi Industri diabas ke 18 hingga kini, lembaga itu masih bisa bertahan dari gerusan krisis ekonomi.

Komentar itu disampaikan Rully seiring dengan adanya 34 kasus hukum sejak 2015 hingga 2020 yang menerpa lembaga keuangan di Indonesia dan sebagian merupakan koperasi. Kasus-kasus yang ditemukan terkait investasi bodong, gagal bayar dan lainnya.

“Dari jumlah kasus tersebut, hanya ada delapan koperasi yang tersangkut, sedangkan yang non koperasi sebanyak 25 kasus. Tapi mengapa telunjuk kita selalu hanya untuk koperasi,” tegas Rully saat berbicara pada peringatan Hari Koperasi ke 73 dan Hari UMKM Nasional ke 5 di Jakarta pada Senin (13/7) hari ini.

Rully berharap berbagai pihak tidak menyudutkan dan mau menghentikan stigmatisasi negatif dari koperasi apalagi memandang buruk.

“Ada yang bilang koperasi mengalami kemunduran, tidak maju, semrawut, jadul dan sebagainya. Justri koperasi bisa hidup hingga sekarang dari masa ke masa sejak Revolusi Industri diabad 18,” jelas Rully.

Kendati demikian Sesmenkop juga mengakui adanya esensi kinerja koperasi yang naik dan turun khususnya ditengah Pandemi Covid-19 yang juga dialami oleh seluruh pelaku usaha lainnya.

“Jadi, jangan hanya melihat sisi buruknya saja dari koperasi. Sisi baik dan manfaat koperasi jauh lebih besar lagi yang sudah dinikmati masyarakat,” imbuhnya.

Saat ini, menurut Rully merupakan momen emas bagi koperasi pasalnya bisa membangkitkan dan menumbuhkan perekonomian disaat banyak usaha besar yang berguguran karena besarnya ketergantungan pada bahan baku impor. Ini, kata Sesmenkop merupakan peluang besar bagi koperasi dan UMKM untuk mensuplai bahan baku sebagai substitusi impor.

“Saat ini, diseluruh dunia banyak menciptakan sistem ekonomi kolaboratif dan economy sharing sistem itu ya koperasi. Maka, ini merupakan momentum bagus untuk membangun ekonomi bangsa berbasis koperasi. Koperasi merupakan kekuatan agregasi ekonomi bagi pelaku UMKM dan koperasi memiliki filosofis yang kuat sebagai sistem ekonomi bangsa,” jelasnya.

Bahkan Rully membeberkan bahwa kekuatan koperasi saat ini ditopang oleh Lembaga Pembiayaan Khusus untuk Koperasi yang dinaungi oleh Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB) KUMKM dengan Permenkop khusus yang sudah diterbitkan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) yang notabene mantan penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bintang Puspayoga mengatakan harapannya terkait pengembangan kewirausahaan bagi kaum perempuan.

Bintang yang ikut hadir dalam acara peringatan Hari Koperasi ke 73 secara online tengah mengapresiasi langkah dan inovasi yang dilakukan Kemenkop dan UKM selama ini. Dia akhirnya mengajak untuk bekerjasama dalam kegiatan dari Kementerian PPPA, khususnya dalam memberdayakan ekonomi kaum perempuan. (Agus)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar