Jakarta, Indonesia | Thursday, 24-10-2019

NEWS UPDATE

Sadis, Usai Dirampok SPG Cantik Tewas Dibakar

RWS | Rabu,08 Agus 2018 - 08:24:14 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist

Semarang, CityPost – Seorang SPG cantik dikabarkan tengah menjadi korban dan pembunuhan sadis usai berkenalan dengan pelaku melalui akun media sosial instagram. Mayat wanita muda itu semula ditemukan di wilayah Blora, Jawa Tengah tanpa identitas dengan kondisi sangat mengenaskan dan hangus terbakar disekujur tubuhnya.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (1/8) lalu ini tengah menggegerkan warga Kabupaten Blora yang menemukan mayat wanita muda itu di Desa Sendang Wates, Kecamatan Kunduran Blora.

Bahkan usai mayat itu ditemukan, sempat membuat kewalahan pihak kepolisian setempat yang selama seminggu melakukan penyelidikan dan pengusutan peristiwa sadis tersebut.

Walhasil, dengan ketelitian dan kepiawaian petugas Polres Blora akhirnya korban pembunuhan sadis bisa diidentifikasi dengan nama  Ferin Diah Anjani (21) warga Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Melansir laporan pemberitaan yang dirilis dan ditayangkan vivanews, korban merupakan seorang Sales Promotion Girls (SPG) di Semarang.

Polisi berhasil menguak identitas korban ditengarai usai mencocokan bukti dan tes DNA jasad korban dengan pihak keluarga yang sebelumnya ada keluarga sempat melaporkan perihal kehilangan anggota mereka ke Polrestabes Semarang.

Dari test itulah akhirnya pihak kepolisian berhasil memastikan bahwa korban merupakan Ferin yang tewas dibakar dan menjadi korban pembunuhan sadis. Bahkan saat ini, pihak kepolisian berhasil juga mengidentifikasi pelaku pembunuhan tersebut.

Dari keterangan polisi, pelaku bernama KAW (30) warga Blora yang tinggal di Tlogosari Wetan Pedurungan, Semarang dan dikenal kesehariannya bekerja sebagai Front Office sebuah Hotel di Semarang.

Kapolres Blora AKBP Saptono mengatakan pihaknya berhasil menangkap pelaku di Kota Semarang dan kepada petugas pelaku mengakui semua perbuatannya yang telah membunuh korban dengan cara dibakar hidup-hidup.

“pengakuan pelaku, korban ini dibakar hidup-hidup dengan tangan dan kaki masih terikat,” terang Saptono seperti yang dilansir melalui vivanews pada Selasa (7/8) di Semarang.

Saptono menduga sebelum membunuh pelaku mencekik korban hingga tewas, setelah itu menggasak semua perhiasan korban seperti gelang, kalung dan handphone. Setelah itu korban dibuang dan dibakar dihutan Blora. Pembunuhan itu sendiri diprediksi bermotif ekonomi.

 

Sementara itu, melansir kisah yang diceritakan Saptono dari pelaku, semua korban berkenalan dengan pelaku melalui instagram. Setelah itu keduanya memutuskan untuk berkencan dan berhubungan intim disebuah hoteal yang berada dikawasan Gombel Semarang. Dari sanalah niat jahat itu timbul.

Dihotel itulah ditengarai korban dianiaya pelaku dengan merampas semua perhiasan yang dimilikinya. Saat tahu korban belum meninggal KAW lalu membawanya dan membakarnya hidup-hidup.

“pelaku lalu membawa korban menggunakan mobil dan dibuang dihutan Blora,” ujar Saptono. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar